
Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melaksanakan Monitoring Internal Program MoRA the Air Funds 2025 terhadap para penerima dana bantuan penelitian di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.
Kegiatan monitoring internal dilaksanakan pada 7– 17 September 2026 sebagai bagian dari upaya LP2M memastikan pelaksanaan penelitian berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan program pendanaan riset Kementerian Agama. Pelaksanaan monitoring ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pedoman Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Tahun 2025.

Pada pelaksanaan monitoring tersebut, Ketua LP2M, Sekertaris LP2M dan Kepala Pusat Penelitian ikut mendampingi dan memantau perkembangan sejumlah penelitian yang memperoleh dukungan pendanaan MoRA the Air Funds 2025. Lima peneliti yang dijadwalkan mengikuti monitoring internal tersebut adalah Dr. Hanif dengan penelitian berjudul “Strategi Ekonomi Biru melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa”.
Selanjutnya, Dr. Nanang Supriadi mempresentasikan penelitian berjudul “Model Kesiapan Teknologi AI, Sikap, dan Kreativitas sebagai Penggerak Inovasi Pembelajaran Matematika dan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi” dengan fokus AI and Digital Technology.

Pada hari berikutnya, monitoring dilanjutkan terhadap Prof. Nirva melalui penelitian berjudul “Analisis Spatial dan Temporal Struktur Komunitas Polychaeta pada Area Rehabilitasi Terumbu Karang: Studi Multilokus di Kepulauan Indonesia”.
Selain itu, Dr. Irwandani mengikuti monitoring melalui penelitian berjudul “Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric): Implementasi Ekoteologi dan Ekonomi Sirkular melalui Pemeringkatan Madrasah dan Pesantren Berkelanjutan”.
Sementara itu, Prof. Mukri mengikuti monitoring untuk penelitian berjudul “Kesejahteraan Sosial di Kawasan Urban: Studi Dampak Pembangunan Infrastruktur dan Kebijakan Kota di Wilayah Sekitar IKN”. Kelima kegiatan monitoring tersebut dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan dilaksanakan di ruang rapat LP2M sesuai dengan penjadwalan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, monitoring tidak hanya diarahkan pada perkembangan pelaksanaan penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang didanai melalui MoRA the Air Funds 2025. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai capaian penelitian sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan target dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan monitoring juga menjadi ruang bagi peneliti untuk menyampaikan perkembangan penelitian, capaian kegiatan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengelolaan program penelitian. Melalui proses tersebut, LP2M dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk mendukung proses evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan penelitian.
Ketua LP2M UIN Raden Intan Lampung, Dr. H. Ali Abdul Wakhid, M.Si., melalui LP2M menegaskan pentingnya monitoring internal sebagai bagian dari penguatan tata kelola penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Monitoring diharapkan dapat mendorong pelaksanaan penelitian yang tertib, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian luaran penelitian.

LP2M UIN Raden Intan Lampung terus berkomitmen memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi penelitian, sehingga dukungan pendanaan yang diberikan melalui program MoRA the Air Funds 2025 dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan penelitian yang berkualitas serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

